Rabu, 28 Oktober 2015

SIKAP DAN KEPRIBADIAN

   PENGERTIAN SIKAP
     Sikap adalah suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang tertentu. Bagimana reaksi seseorang jika ia tekena sutu rangsang baik dari orang, benda-benda, ataupun situasi-situasi yang mengeni dirinya, atau sikap itu ialah suatu perbuatan atau tingkah laku sebagi reaksi atau respon suatu rangsangan (stimulus) yang disertai dengan pendirian dan persaan orang itu. Dalam hal ini sebagian psikolog mengemukakan bahwa siakap diawali dengan perasaan (emosi) baru kemudian menunjukkan reaksi (respons) atau kecenderungan untuk bereaksi, sikap-sikap selalu berhubungan dengan dua alterntif : senang atau tidak senang, melaksanakan atau menjauhinya, dan begitu seterusnya.
       Sikap adalah keadaan mental dimana prosesnya berwal dari reaksi terhadap sebuah pengalaman yang dipandang memberikan pengaruh dinamika atau terarah pada diri individu. Ada juga yang menganggap bahwa sikap itu identik dengan sifat, hanya saja sikap itu berhubungan penilaian terhadap suatu objek atau kelompok objek. 

3 (tiga) komponen utama dari sikap, antara lain:
1. Kognitif atau evaluasi Kognitif atau evaluasi adalah segmen opini atau keyakinan dari sikap, yang menentukan tingkatan untuk bagian yang lebih penting dari sebuah sikap.
2. Afektif atau perasaan, Perasaan adalah segmen emosional atau perasaaan dari sebuah sikap, yang menimbukan hasil akhir perilaku.
3. Perilaku atau tindakan Perilaku atau tindakan adalah sikap merujuk pada suatu maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap sesuatu atau seseorang.


macam-macam sikap :
  1. sikap agresif        : sikap yang selalu berlebih-lebihan, menyerang, mengikuti emosi.
  2. sikap submisif     : sikap yang apatis
  3. sikap asertive      : mampu menyampaikan pendapat, perasaan, kepentingan secara langsung,                                   jujur, obyektif, dan tidak terpengaruh emosi.
    Karakteristik sikap antara lain :
    a) Sikap memiliki objek
    Di dalam konteks pemasaran, sikap konsumen harus terkait dengan objek, objek tersebut bisa terkait dengan berbagai konsep konsumsi dan pemasaran seperti produk, merek, iklan, harga, kemasan, penggunaan, media dan sebagainya.
    b) Konsistensi sikap
    Sikap adalah gambaran perasaan dari seorang konsumen, dan perasaan tersebut akan direfleksikan oleh perilakunya. Karena itu sikap memiliki konsistensi dengan perilaku. Tetapi, walaupun mempunyai konsistensi, sikap tidak selalu harus permanen artinya sikap dapat berubah. Sikap bisa positif, negatif, dan netral.
    c) Intensitas sikap
    Sikap seorang konsumen terhadap suatu merek produk akan bervariasi tingkatannya, ada yang sangat menyukainya atau bahkan ada yang begitu sangat tidak menukainya. Ketika konsumen menyatakan derajat tingkat kesukaan terhadap suatu produk, maka ia mengungkapkan intensitas sikapnya.
    d) Resistensi sikap adalah seberapa besar sikap seorang konsumen bisa berubah.
    e) Persistensi sikap adalah karakteristik sikap yang menggambarkan bahwa sikap akan berubah karena berlalunya waktu..
    f) Keyakinan sikap
    Keyakinan adalah kepercayaan konsumen mengenai kebenaran sikap yang dimilikinya
    g) Sikap dan situasi
    Situasi akan mempengaruhi sikap konsumen terhadap suatu objek. Situasi tertentu dapat menyebabkan para konsumen berperilaku dengan cara yang kelihatannya tidak konsisten dengan sikap mereka.
    Perubahan sikap dapat dilakukan melalui 5 (lima) strategi berikut :
    Mempengaruhi persepsi konsumen yang berkaitan dengan fungsi sikap yaitu fungsi manfaat, fungsi citra diri, fungsi nilai-nilai, fungsi pengetahuan. Agar terbentuk sikap positif pada konsumen, maka dalam mempromosikan produk sebaiknya pemasar memperhatikan aspek fungsi sikap.
    – Menghubungkan produk dengan kelompok atau acara yang dikagumi
    Sikap dihubungkan dengan sebagian atau berbagai golongan, peristiwa sosial, atau kegiatan amal tertentu.
    – Memecahkan masalah dua sikap yang bertentangan
    Para konsumen dapat diyakinkan bahwa sikap mereka yang negatif terhadap produk atau merek tertentu sebetulnya tidak bertentangan dengan dengan sikap yang lain, mereka dapat dibujuk untuk merubah penilaian mereka terhadap merek tersebut ( beralih dari sikap negatif ke sikap positif ).
    – Mengubah komponen multi atribut
    Untuk mengubah sikap konsumen pemasar menambah atribut pada produknya dengan melengkapi manfaat atau hal lain yang dapat meningkatkan keunggulan produknya.
    – Mengubah keyakinan konsumen terhadap merek pesaing
    Pemasar untuk mengubah sikap konsumennya dapat membandingkan produknya dibandingkan produk lain, dengan harapan agar konsumen berubah keyakinannya/ kepercayaannya terhadap merek pesaing.

    PENGERTIAN KEPRIBADIAN
    Kepribadian didefinisikan sebagai ciri-ciri kejiwaan dalam diri yang menentukan dan mencerminkan bagaimana seseorang berespon terhadap lingkungannya. Penekanan dalam definisi ini adalah pada sifat-sifat dalam diri atau sifat-sifat kewajiban yaitu kualitas, sifat, pembawaan, kemampuan mempengaruhi orang dan perangai khusus yang membedakan satu individu dari individu lainnya. Kepribadian cenderung mempengaruhi pilihan seseorang terhadap produk. Sifat-sifat inilah yang mempengaruhi cara konsumen merespon usaha promosi para pemasar, dan kapan, di mana, dan bagaimana mereka mengkonsumsi produk dan jasa tertentu. Karena itu, identifikasi teerhadap karakteristik kepribadian khusus yang berhubungan dengan perilaku konsumen sangat berguna dalam penyusunan strategi segmentasi pasar perusahaan. 

    Sifat-sifat Dasar Kepribadian :
    1) Kepribadian mencerminkan perbedaan individu
    Karena karakterisitik dalam diri yang memebentuk kepribadian individu me rupakan kombinasi unik berbagai faktor, maka tidak ada dua individu yang betul-betul sama. Kepribadian merupakan konsep yang berguna karena memungkinkan kita untuk menggolongkan konsumen ke dalam berbagai kelompok yang berbeda atas dasar satu atau beberapa sifat.
    2) Kepribadian bersifat konsisten dan bertahan lama
    Suatu kepribadian umumnya sudah terlihat sejak manusia berumur anak-anak , hal ini cenderung akan bertahan secara konsisten membentuk kepribadian ketika kita dewasa. Walaupun para pemasar tidak dapat merubah kepribadian konsumen supa ya sesuai dengan produk mereka, jika mereka mengetahui, mereka dapat berusaha me narik perhatian kelompok konsumen yang menjadi target mereka melalui sifat-sifat relevan yang menjadi karakteristik kepribadian kelompok konsumen yang bersangku tan. Walaupun kepribadian konsumen mungkin konsisten, perilaku konsumsi mereka s ering sangat bervariasi karena berbagai faktor psikologis, sosiobudaya, lingkung an, dan situasional yang mempengaruhi perilaku.
    3) Kepribadian dapat berubah
    Kepribadian dapat mengalami perubahan pada berbagai keadaan tertentu. Karena adanya berbagai peristiwa hidup seperti kelahiran, kematian, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang berubah tidak hanya sebagai respon terhadap berbagai peristiwa yang terjadi tiba-tiba, tetapi juga sebagai bagian dari proses menuju ke kedewasaan secara berangsur-angsur.
    Faktor-faktor Penentu Kepribadian 
    Kepribadian seseorang dihasilkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan kondisi situasional (Stephen dan Timothy, 2008:127), antara lain: 
    1). Faktor Keturunan Faktor keturunan ditransimisikan melalui ”gen”, yang berada dalam kromosom, yang menentukan keseimbangan hormon, bentuk fisik, dan menentukan atau membentuk kepribadian. Kepribadian tidak seluruhnya dipengaruhi oleh faktor keturunan, faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi bentuk kepribadian seseorang. 
    2). Faktor Lingkungan Faktor lingkungan yang dapat memberikan tekanan kepada kepribadian seseorang adalah kultur masyarakat dimana seseorang dibesarkan, norma-norma keluarga, teman-teman dan kelompok sosial, serta pengaruh-pengaruh lain yang kita alami. Kultur akan membentuk norma, sikap, dan nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi ke genarasi berikutnya yang terus menerus berlangsung secara konsisten.
    3). Kondisi Situasional Kondisi situsional dapat mempengaruhi efek dari faktor-faktor keturunan dan lingkungan terhadapa kepribadian. Kepribadian seseorang meskipun relatif stabil dan konsisten, namun dapat berubah pada situasi-situasi yang berbeda. Tuntutan yang berbeda pada situasi yang berbeda dapat menimbulkan reaksi dan aspek yang berbeda pada kepribadian seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya tidak melihat corak kepribadian secara terisolasi, tetapi juga mengetahui bahwa situasi-situasi tertentu lebih relevan dari situasi-situasi lain dalam mempengaruhi kepribadian sehingga dapat dilihat adanya perbedaan-perbedaan individual yang signifikan.

    jenis-jenis kepribadian
    Sekaipun kepribadian itu unik, namun masih ada beberapa psikolog yang mencoba membuat klasifikasi mengenai jenis-jenis kepribadian antara lain seperti terlihat dari pandangan beberapa psikolog berikut:
    1. kretschmer membuat kalsifikasi yang didasarkan pada ciri-ciri fisik dan berorientasi pada penyakit kejiwaan. Menurutnya jenis-jenis kepribadian itu terdiri dari:
      1. jenis astheneis: bertubuh kurus, jangkung, mempunyai temperamen yang mirip denga penderita skizofrenia.
      2. Jenis atletis: bertubuh tegak seperti olahragawan, mempunyai temperament yang mirip dengan penderita epilepsy.
      3. Jenis piknis: gemuk pendek bertemperament mirip denga penderita manisdepresip.
      4. Jenis dispiasis: yng tidak termasuk ketiga jenis lainnya.
    2. hipocrates

0 komentar:

Posting Komentar