PENGERTIAN KOMUNIKASI
Secara harafiah, komunikasi berasal
dari Bahasa Latin: COMMUNIS yang berarti keadaan yang biasa, membagi. Dengan
kata lain, komunikasi adalah sutu proses di dalam upaya membangun saling
pengertian. Dalam suatu organisasi biasanya selalu menekankan bagaimana
pentingnya sebuah komunikasi antar anggota organisasi untuk menekan segala
kemungkinan kesalahpahaman yang bisa saja terjadi.
penjelasan mengenai komunikasi menurut
beberapa ahli:
# PALO ALTO
Ketika dua orang sedang bersama, mereka berkomunikasi
secara terus menerus karena mereka tidak dapat berperilaku. PALO ALTO sangat
percaya bahwa seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi.
# HIMSTREET & BATY
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi
antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan
simbol-simbol, sinyak-sinyal, maupun perilaku atau tindakan.
# BOVEE
Komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan
pesan.
# LASWELL
Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa
mengatakn apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa.
# CARL I. HOVLAND
Komunikasi adalah proses dimana seseorang individu atau
komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal
maupun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain.
# THEODORSON & THEDORSON
Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai
sikap atau emosi dari seseorang kepada orang lain terutama melalui
simbol-simbol.
# EDWIN EMERY
Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan
sikap seseorang kepada orang lain.
# DELTON E, Mc FARLAND
Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai
arti antara sesama manusia.
# WILLIAM ALBIG
Komunikasi adalah proses sosial, dalam arti pelemparan
pesan/lambang yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua
proses dan berakibat pada bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan.
# CHARLES H. COOLEY
Komuniksi berarti suatu mekanisme hubungan antar manusia
dilakukan dengan mengartikan simbol secara lisan dan membacanya melalui ruang
dan menyimpan dalam waktu.
Unsur-unsur Komunikasi
Untuk dapat berkomunikasi secara efektif kita perlu memahami unsur-unsur komunikasi, antara lain:
1. Komunikator.
Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi.
2. Komunikan.
Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon.
3. Media.
Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh, bahasa mesin, sandi dan lain sebagainya.
4. Pesan.
Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator kepada Komunikan. Kejelasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunikasi.
5. Tanggapan.
Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.
Untuk dapat berkomunikasi secara efektif kita perlu memahami unsur-unsur komunikasi, antara lain:
1. Komunikator.
Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi.
2. Komunikan.
Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon.
3. Media.
Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh, bahasa mesin, sandi dan lain sebagainya.
4. Pesan.
Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator kepada Komunikan. Kejelasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunikasi.
5. Tanggapan.
Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.
Fungsi komunikasi adalah :
- Sebagai informasi
Komunikasi membantu proses penyampaian
informasi yang diperlukan individu dan atau kelompok untuk mengambil keputusan
dengan meneruskan data dan menilai pilihan-pilihan alternatif
- Sebagai kendali
Komunikasi bertindak untuk
mengendalikan perilaku anggota dalam beberapa cara, setiap organisasi mempunyai
wewenang dan garis panduan formal yang harus dipatuhi oleh karyawan.
- Sebagai motivasi
Komunikasi membantu perkembangan
motivasi dengan menjelaskan para karyawan apa yang harus dilakukan bagaimana
mereka bekerja baik dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja
jika itu di bawah standar
- Pengungkap emosional
Bagi sebagian komunitas, mereka
memerlukan interaksi social, komunikasi yang terjadi di dalam komunitas itu
merupakan cara anggota untuk menunjukkan kekecewaan dan rasa puas. Oleh karena
itu, komunikasi menyiarkan ungkapan emosional dari perasaan dan sebagai alat
untuk memenuhi kebutuhan sosial
Komunikasi data seperti halnya orang
yang saling berkomunikasi, yang melibatkan komponen : pesan, pengirim, media
dan penerima.
Elemen-Elemen Proses Komunikasi
- Source (sumber) Adalah pihak yang mencetuskan dan menyampaikan pesan, dapat merupakan perorangan maupun sekelompok orang.
- Massage (pesan) Berupa rangsang verbal atau non verbal, biasanya dihubungkan sesuatu makna yang telah dipahami, seperti kata-kata, gerakan tubuh, tanda-tanda tertentu dll.
- Channel (sarana) Yaitu sarana yang dipakai untuk menyampaikan pesan, seperti bahasa atau gerakan-gerakan anggota badan.
- Receiver (penerima) Biasanya pesan itu dikirimkan oleh seseorang sebagai sumber kepada seorang penerima pesan. penerima pesan ini biasa pula disebut sebagai tujuan akhir dari pesan.
- Feedback (umoan balik) Merupakan pesan yang berupa respon atau komentar mengenai pesan yang diterima (atau yang telah dikirimkan)
- Noise (gangguan) Yaitu segala sesuatu yang menghambat atau mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi (bisa bersifat external/environmental atau internal/intrapersonal). HAMBATAN-HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI Banyak factor yang menjadi hambatan dalam komunikasi, dapat dibedakan menjadi:1. Hambatan yang bersifat teknisSeperti: kurangnya sarana dan parasarana yang diperlukan. Kondisi fisik yang tidak memungkinkan terjadinya proses komunikasi maupun methode ataupun cara berkomunikasi yang baik belukm diketahui. Hambatan yang bersifat teknis ini, meliputi juga factor pekerjaan.2. Hambatan PerilakuSeperti: pandanga yang sifat apriori (tidak suka), prasangka negative, suasana selalu tidak mau mengalah.faktor kepentingan pribadi si penerima turut mempengaruhi atau menjadi penghambat.Apabila ada rasa tidak mempercayai atau kecurigaan, maka hampir dapat dipastiak bahwa komunikai akan mengalami distorsi atau bahkan ditolak sama sekali.Sebaliknya, apabila ada saling percaya dan saling menghargai, komunikasi yang ‘acak-acakan’ pun entah bagaimana bisa diterima dengan baik.3. Hambatan BahasaAgar dipergunakan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti ataupun gerak-gerik yang dapat memperjelas ucapan.4. Hambatan Struktur (Organisasi)Karena dibedakan tingkat dalam organisasi, terkadang seorang bawahan takut, maupun apabila harus berhubungan dengan atasannya apalagi pimpinannya seorang yang berwibawa dan disegani. Karena rasa tersebut maka komunikasi tidak dapat berjalan sebagai mana mestinya. Untuk menghindari hal ini, usahakanlah pemimpin harus lebih bersifat terbuka, supel, mau bergaul dengan bawahan apalagi meluangkan waktu di luar jam dinas untuk bersenda gurau selayaknya seorang sahabat. Dan sebaliknya bawahan juga harus mempunyai keberanian menghadapi atasan ibarat sebagai ayah maupun rekan sekerja.5. Hambatan latar belakang social budayaIni disebabkan oleh suku, adat, tradisi misalnya, berbicara dengan orang Solo lain kalau berbicara dengan orang Batak. Disamping itu latar belakang pendidikan, kebiasaan berteman atau keberadaan lingkungan. Seorang sarjana kadang-kadang sulit berbicara dengan tukang becak, seorang ayah mengalami kesulitan berbicara denga anaknya yang remaja.6. Hambatan karena proses komunikasiUmumnya terjadi karena factor “Saringan”. Contoh dari proses “Penyaringan” adalah pada saat kita mengirimkan pesan secara berantai melalui lebih dari satu orang. Memanng seringkali kita tak dapat berhadapan langsung dengan orang yang kita tuju, namun yang penting disadari adalah terjadinya distorsi dalam komunikasi yang di akibatkan proses penyaringan yang panjang.Perbedaan Komunikasi Verbal dan NonverbalPerbedaan antara Komunikasi Verbal dan Nonverbal Secara sekilas telah diuraikan pada bagian awal tulisan ini, bahwa antara komunikasi verbal dan nonverbal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dalam arti. kedua bahasa tersebut bekerja bersama-sama untuk menciptakan suatu makna. Namun, keduanya juga memiliki perbedaan- perbedaan. Dalam pemikiran Don Stacks dan kawan-kawan, ada tiga perbedaan utama di antara keduanya yaitu kesengajaan pesan (the intentionality of the message), tingkat simbolisme dalam tindakan atau pesan (the degree of symbolism in the act or message), dan pemrosesan mekanisme (processing mechanism). Kita mencoba untuk menguraikannya satu per satu.1. Kesengajaan (intentinolity)Satu perbedaan utama antara komunikasi verbal dan nonverbal adalah persepsi mengenai niat (intent). Pada umumnya niat ini menjadi lebih penting ketika kita membicarakan lambang atau kode verbal. Michael Burgoon dan Michael Ruffner menegaskan bahwa sebuah pesan verbal adalah komunikasi kalau pesan tersebut :a) Dikirimkan oleh sumber dengan sengaja danb) Diterima oleh penerima secara sengaja pula.Komunikasi nonverbal tidak banyak dibatasi oleh niat. atau intent tersebut. Persepsi sederhana mengenai niat ini oleh seorang penerima sudah cukup dipertimbangkan menjadi komunikasi nonverbal. Sebab, komunikasi nonverbal cenderung kurang dilakukan dengan sengaja dan kurang halus apabila dibandingkan dengan komunikasi verbal. Selain itu, komunikasi nonverbal mengarah pada norma-norma yang berlaku, sementara niat atau intent tidak terdefinisikan dengan jelas. Misalnya, norma-norma untuk penampilan fisik. Kita semua berpakaian, namun berapa Bering kita dengan sengaja berpakaian untuk sebuah situasi tertentu? Berapa kali seorang teman memberi komentar terhadap penampilan kita? Persepsi receiver mengenai niat ini sudah cukup untuk memenuhi persyaratan guna mendefinisikan komunikasi nonverbal.2. Perbedaan perbedaan simbolik (symbolic differences) Kadang-kadang niat atau intent ini dapat dipahami karena beberapa dampak simbolik dari komunikasi kita. Misalnya, memakai pakaian dengan warna atau model tertentu, mungkin akan dipahami sebagai suatu `pesan' oleh orang lain (misalnya berpakaian dengan warna hitam akan diberi makna sebagai ungkapan ikut berduka cita).Komunikasi verbal dengan sifat-sifatnya merupakan sebuah bentuk komunikasi yang diantarai (mediated form of communication). Dalam arti kita mencoba mengambil kesimpulan terhadap makna apa yang diterapkan pada suatu pilihan kata. Kata-kata yang kita gunakan adalah abstraksi yang telah disepakati maknanya, sehingga komunikasi verbal bersifat intensional dan harus 'dibagi' (shared) di antara orang-orang yang terlibat dalam tindak komunikasi. Sebaliknya, komunikasi nonverbal lebih alami, isi beroperasi sebagai norma dan perilaku yang didasarkan pada norma. Mehrabian menjelaskan bahwa komunikasi verbal dipandang lebih eksplisit dibanding bahasa nonverbal yang bersifat implisit. Artinya, isyarat-isyarat verbal dapat didefinisikan melalui sebuah kamus yang eksplisit dan lewat aturan-aturan sintaksis (kalimat), namun hanya ada penjelasan yang samar-samar dan informal mengenai signifikansi beragam perilaku nonverbal.Mengakhiri bahasan mengenai perbedaan simbolik ini, kita mencoba untuk melihat ketidaksamaan antara tanda (sign) dengan lambang (simbol). Tanda adalah sebuah representasi alami dari suatu kejadian atau tindakan. la adalah apa yang kita lihat atau rasakan. Sedangkan lambang merupakan sesuatu yang ditempatkan pada sesuatu yang lain. Lambang merepresentasikan tanda melalui abstraksi. Contoh, tanda dari Mengakhiri bahasan mengenai perbedaan simbolik ini, kita mencoba untuk melihat ketidaksamaan antara tanda (sign) dengan lambang (simbol). Tanda adalah sebuah representasi alami dari suatu kejadian atau tindakan. la adalah apa yang kita lihat atau rasakan. Sedangkan lambang merupakan sesuatu yang ditempatkan pada sesuatu yang lain. Lambang merepresentasikan tanda melalui abstraksi. Contoh, tanda dari sebuah kursi adalah kursi itu sendiri, sedangkan lambang adalah bagaimana kita menjelaskan kursi tersebut melalui abstraksi. Dengan perkataan lain, apa yang secara fisik menarik bagi kita adalah tanda (sign) dan bagaimana menciptakan perbedaan yang berubah-ubah untuk menunjukkan derajat ketertarikan tersebut adalah lambang (simbol). Komunikasi verbal lebih spesifik dari bahasa nonverbal, dalam arti is dapat dipakai untuk membedakan hal-hal yang sama dalam sebuah cara yang berubah-ubah, sedangkan bahasa nonverbal lebih mengarah pada reaksi-reaksi alami seperti perasaan atau emosi.3. Mekanisme pemrosesan (processing mechanism) Perbedaan ketiga antara komunikasi verbal dan nonverbal berkaitan dengan bagaimana kita memproses informasi. Semua informasi termasuk komunikasi diproses melalui otak, kemudian otak kita menafsirkan informasi ini lewat pikiran yang berfungsi mengendalikan perilaku- perilaku fisiologis (refleks) dan sosiologis (perilaku yang dipelajari dan perilaku sosial).Satu perbedaan utama dalam pemrosesan adalah dalam tipe informasi pada setiap belahan otak. Secara tipikal, belahan otak sebelah kiri adalah tipe informasi yang lebih tidak berkesinambungan dan berubah-ubah, sementara belahan otak sebelah kanan, tipe informasinya Iebih berkesinambungan dan alami (pada uraian di bawah, Malandro dan Barker juga menjelaskan mengenai hal ini).Berdasarkan pada perbedaan tersebut, pesan-pesan verbal dan nonverbal berbeda dalam konteks struktur pesannya. Komunikasi nonverbal kurang terstruktur. Aturan-aturan yang ada ketika kita berkomunikasi secara nonverbal adalah lebih sederhana dibanding komunikasi verbal yang mempersyaratkan aturan-aturan tata bahasa dan sintaksis. Komunikasi nonverbal secara tipikal diekspresikan pada saat tindak komunikasi berlangsung. Tidak seperti komunikasi verbal, bahasa nonverbal tidak bisa mengekspresikan peristiwa komunikasi di masa lalu atau masa mendatang. Selain itu, komunikasi nonverbal mempersyaratkan sebuah pemahaman mengenai konteks di mana interaksi tersebut terjadi, sebaliknya komunikasi verbal justru menciptakan konteks tersebut.Perbedaan lain tentang komunikasi verbal dan nonverbal dapat dilihat dari dimensi-dimensi yang dimiliki keduanya. Gagasan ini dicetuskan oleh Malandro dan Barker seperti yang dikutip dalam buku Komunikasi Antar Budaya tulisan Dra. Ilya Sunarwinadi, M.A.1. Struktur >< NonstrukturKomunikasi verbal sangat terstruktur dan mempunyai hukum atau aturan-aturan tata bahasa. Dalam komunikasi nonverbal hampir tidak ada atau tidak ada sama sekali struktur formal yang mengarahkan komunikasi. Kebanyakan komunikasi nonverbal terjadi secara tidak disadari, tanpa urut-urutan kejadian, yang dapat diramalkan sebelumnya. Tanpa pola yang jelas, perilaku nonverbal yang sama dapat memberi arti yang berbeda pada saat yang berlainan.2. Linguistik >< NonlinguistikLinguistik adalah ilmu yang mempelajari anal usul, struktur, sejarah, variasi regional dan ciri-ciri fonetik dari bahasa. Dengan kata lain, linguistik mempelajari macam-macam segi bahasa verbal, yaitu suatu sistem dari lambang-lambang yang sudah diatur pemberian maknanya. Sebaliknya. pada komunikasi nonverbal, karena tidak adanya struktur khusus, maka sulit untuk memberi makna pada lambang. Belum ada sistem bahasa nonverbal yang didokumentasikan, walaupun ada usaha untuk memberikan arti khusus pada ekspresi-ekspresi wajah tertentu. Beberapa teori mungkin akan memberikan pengecualian pada bahasa kaum tuna-rungu yang berlaku universal, sekalipun ada juga lambang-lambangnya yang bersifat unik.3. Sinambung (continuous) >< Tidak Sinambung (discontinuous)Komunikasi nonverbal dianggap bersifat sinambung, sementara komunikasi verbal didasarkan pada unit-unit yang terputus-putus. Komunikasi nonverbal baru berhenti bila orang yang terlibat di dalamnya meninggalkan suatu tempat. Tetapi selama tubuh, wajah dan kehadiran kita masih dapat dipersepsikan oleh orang lain atau diri kita sendiri, berarti komunikasi nonverbal dapat terjadi. Tidak sama halnya dengan kata-kata dan simbol dalam komunikasi verbal yang mempunyai titik awal dan akhir yang pasti.4. Dipelajari >< Didapat Secara IlmiahJarang sekali individu yang diajarkan cara untuk berkomunikasi secara nonverbal. Biasanya is hanya mengamati dan mengalaminya. Bahkan ada yang berpendapat bahwa manusia lahir dengan naluri-naluri dasar nonverbal. Sebaliknya komunikasi verbal adalah sesuatu yang harus dipelajari.5. Pemrosesan dalam Bagian Otak sebelah Kiri >< Pemrosesan dalam Bagian Otak sebelah KananPendekatan neurofisiologik melihat perbedaan dalam pemrosesan stimuli verbal dan nonverbal pada diri manusia. Pendekatan ini menjelaskan bagaimana kebanyakan stimuli nonverbal diproses dalam bagian otak sebelah kanan, sedangkan stimuli verbal yang memerlukan analisis dan penalaran, diproses dalam bagian otak sebelah kiri. Dengan adanya perbedaan ini, maka kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan berbeda pula.Masih dalam buku Komunikasi Antar Budaya karya Ilya SunarwinadiSamovar, Porter dan Jain melihat perbedaan antara komunikasi verbal dan nonverbal dalam hal sebagai berikut :1. Banyak perilaku nonverbal yang diatur oleh dorongan-dorongan biologik. Sebaliknya komunikasi verbal diatur oleh aturan-aturan dan prinsip-prinsip yang dibuat oleh manusia, seperti sintaks dan tata bahasa. Misalnya, kita bisa secara sadar memutuskan untuk berbicara, tetapi dalam berbicara secara tidak sadar pipi menjadi memerah dan mata berkedip terus-menerus.2. Banyak komunikasi nonverbal serta lambang-lambangnya yang bermakna universal. Sedangkan komunikasi verbal lebih banyak yang bersifat spesifik bagi kebudayaan tertentu.3. Dalam komunikasi nonverbal bisa dilakukan beberapa tindakan sekaligus dalam suatu waktu tertentu, sementara komunikasi verbal terikat pada urutan waktu.4. Komunikasi nonverbal dipelajari sejak usia sangat dini. Sedangkan penggunaan lambang berupa kata sebagai alat komunikasi membutuhkan masa sosialisasi sampai pada tingkat tertentu.5. Komunikasi nonverbal lebih dapat memberi dampak emosional dibanding komunikasi verbal.
Komunikasi efektif
Definisi Dan Pengertian Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi. Lebih sederhana sering dikenal dengan komunikasi dua arah,yaitu komunikasi yang menghasilkan timbak balik atau feed back.
Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi. Lebih sederhana sering dikenal dengan komunikasi dua arah,yaitu komunikasi yang menghasilkan timbak balik atau feed back.
Tujuan Komunikasi Efektif
Tujuan dari Komunikasi Efektif sebenarnya adalah memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi informasi dan penerima informasi sehingga bahasa yang digunakan oleh pemberi informasi lebih jelas dan lengkap, serta dapat dimengerti dan dipahami dengan baik oleh penerima informasi, atau komunikan. Tujuan lain dari Komunikasi Efektif adalah agar pengiriman informasi dan umpan balik atau feed back dapat seimbang sehingga tidak terjadi monoton.
Selain itu komunikasi efektif
dapat melatih penggunaan bahasa nonverbal secara baik. Menurut Mc. Crosky
Larson dan Knapp mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan
mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara
komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih
efektif terjadi apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam
pengertian, sikap dan bahasa.
Syarat komunikasi efektif
Komunikasi dapat dikatakan efektif
apabila komunikasi yang dilakukan:
1. Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami
sebagaimana yang dimaksud oleh
pengirimnya.
2. Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui
oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
3. Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang
seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim
Bagaimanakah caranya agar kita
mampu melakukan komunikasi yang efektif, sehingga target informasi yang harus
disampaikan ataupun diserap sesuai dengan harapan ?
Keterampilan dalam berkomunikasi secara efektif dapat dipelajari dan dikuasai dengan latihan rutin dan berkesinambungan secara terus menerus. Untuk dapat melakukan komunikasi efektif ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan yaitu :
Keterampilan dalam berkomunikasi secara efektif dapat dipelajari dan dikuasai dengan latihan rutin dan berkesinambungan secara terus menerus. Untuk dapat melakukan komunikasi efektif ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan yaitu :
- Menganalisa
- Menyalahkan
- Menghakimi
- Menasehati
- Menginterogasi
Keterampilan yang harus
dimiliki dalam melakukan komunikasi efektif adalah keterampilan mendengarkan
dan bertanya. Dalam proses berkomunikasi, seseorang harus mampu mendengarkan
dan memahaminya dengan baik. Kemudian mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang saling
memiliki keterkaitan dan mengarah pada suatu solusi atau ketenangan untuk
masing-masing pihak.
Komunikasi efektif perlu dilakukan untuk dapat membangun sebuah kesamaan keinginan dari sebuah informasi yang disajikan. Sehingga tujuan yang ingin diraih dapat dilakukan secara bersama-sama. Komunikasi efektif dapat dilakukan oleh setiap orang. Jika ada yang merasa tidak mampu, hal ini Karena masalah pembiasaan saja. Melatih orang berkomunikasi secara efektif bisa dilakukan dengan langsung pada prakteknya. Walaupun sepintas sepele, hal ini dapat membantu setiap individu untuk mencapai sebuah kesuksesan baik di dalam kehidupan pribadinya maupun dalam kehidupan karirnya.
Manfaat komunikasi efektif
Banyak manfaat yang dapat peroleh dengan berkomunikasi secara baik dan efektif, di antaranya adalah:
Komunikasi efektif perlu dilakukan untuk dapat membangun sebuah kesamaan keinginan dari sebuah informasi yang disajikan. Sehingga tujuan yang ingin diraih dapat dilakukan secara bersama-sama. Komunikasi efektif dapat dilakukan oleh setiap orang. Jika ada yang merasa tidak mampu, hal ini Karena masalah pembiasaan saja. Melatih orang berkomunikasi secara efektif bisa dilakukan dengan langsung pada prakteknya. Walaupun sepintas sepele, hal ini dapat membantu setiap individu untuk mencapai sebuah kesuksesan baik di dalam kehidupan pribadinya maupun dalam kehidupan karirnya.
Manfaat komunikasi efektif
Banyak manfaat yang dapat peroleh dengan berkomunikasi secara baik dan efektif, di antaranya adalah:
1. Tersampaikannya gagasan atau pemikiran kepada orang lain dengan jelas
sesuai dengan yang dimaksudkan.
2. Adanya saling kesefamanan antara komunikator dan komunikan dalam suatu
permasalahan, sehingga terhindar dari salah persepsi.
3. Menjaga hubungan baik dan silaturrahmi dalam suatu persahabatan, komunitas
atau jama’ah.
4. Aktivitas ‘amar ma’ruf nahi munkar di
antara sesama umat manusia dapat diwujudkan dengan lebih persuasif dan penuh
kedamaian.
Kiat untuk mencapai Komunikasi Efektif
§ Gunakan umpan balik
§ Saluran komunikasi yang banyak
§ Mengenali siapa penerima pesan
§ Komuniukasi tatap muka
§ Menyadari dampak bahsa tubuh
§ Menanggapi isi pembicaraan
§ Sopan dan wajar
§ Menghormati semua orang
§ Mengendalikan emosi
§ Dll
Proses Komunkasi Efektif
Bagaiman efek suatu proses komunikasi pada seseorang terhadap pesan yang
dikomunikasikan dapat diramalkan bagaimana timbul pada komunikan. Upaya untuk
hal tersebut dengan menciptakan “the
condition of success in communication”, yakni kondisi yang harus dipenuhi
ketika menginginkan suatu pesan dapat membangkitkan tangggapan yang kita
kehendaki. Kondisi tersebut adalah :
· Pesan harus dirancang
dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian komunikan.
· Pesan harus
menggunakan lambang-lambang tertuju pada pengalaman yang sama antara
komunikator dan komunikan, sehingga sama-sama mengerti.
· Pesan harus
membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk
memperoleh kebutuhan tersebut.
· Pesan harus
menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan komunikan yang layak bagi
situasi kelompok dimana komunikan berada pada saat digerakkan untuk memberikan
tanggapan yang dikehendaki.
Selanjutnya seorang komunikator harus meneliti sedalam-dalamnya tujuan
komunikan (know your audience) meliputi hal-hal :
1. Waktu yang tepat
untuk suatu pesan
2. Bahasa yang harus
dipergunakan agar pesan dapat dimengerti
3. Sikap dan nilai
yangharus ditampilkan agar efektif
4. Jenis kelompok di
mana komunikasi akan dilaksanakan
Perlu juga diperhatikan bahwa komunikan dapat dan akan menerima sebuah
pesan jika terdapat kondisi berikut secara simultan : Komunikan dapat dan
benar-benar mengerti pesan komunikasi. Pada saat komunikan mengambil keputusan,
komunikan sadar bahwa keputusannya itu sesuai dengan tujuannya serta
bersangkutan dengan kepentingan pribadinya. Komunikan mampu untuk menepati baik
secara mental maupun secara fisik. Selanjutnya fakta fundamental yang harus
diperhatikan oleh komunikator, bahwa komunikan terdiri dari berbagai orang yang
saling berinteraksi satu sama lain dalam suatu jaringan pranata sosial, maka
setiap orang merupakan subjek bagi berbagai pengaruh diantaranya adalah
pengaruh dari komunikator.
14 kemampuan untuk mencapai komunikasi
yang efektif
1.Berikan kesan bahwa anda antusias berbicara dengan mereka.
Tunjukan kesan kepda mereka bahwa anda lebih suka berbicara dengan mereka daripada orang lain di muka bumi ini. Ketika anda memberi mereka kesan bahwa anda sangat antusias berbicara dengan mereka dan bahwa anda peduli kepada mereka, anda membuat perasaan mereka lebih positif dan percaya diri. Mereka akan lebih terbuka kepada anda dan sangat mungkin memiliki percakapan yang mendalam dengan anda.
2.Ajukan pertanyaan tentang minat mereka .
Ajukan pertanyaan terbuka yang akan membuat mereka berbicara tentang minat dan kehidupan mereka. Galilah sedetail mungkin sehingga akan membantu mereka memperoleh perspektif baru tentang diri mereka sendiri dan tujuan hidup mereka.
3.Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka.
Rasakan bagaimana perasaan mereka pada saat ini dengan mengamati bahasa tubuh dan nada suara. Dari sudut pandang ini, anda dapat menyesuaikan kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara anda sehingga mereka akan merespon lebih positif.
4.Tunjukkan rasa persetujuan: Katakan kepada mereka apa yang anda kagumi tentang mereka dan mengapa.
Salah satu cara terbaik untuk segera berhubungan dengan orang adalah dengan menjadi jujur dan memberitahu mereka mengapa anda menyukai atau mengagumi mereka. Jika menyatakan secara langsung dirasakan kurang tepat, cobalah dengan pernyataan tidak langsung. Kedua pendekatan tersebut bisa sama-sama efektif.
5.Dengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakan .
Jangan terlalu berfokus pada apa yang akan Anda katakan selanjutnya selagi mereka berbicara. Sebaliknya, dengarkan setiap kata yang mereka katakan dan responlah serelevan mungkin. Hal ini menunjukkan bahwa anda benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan dan anda sepenuhnya terlibat di dalam suasana bersama dengan mereka. Juga pastikan untuk bertanya setiap kali ada sesuatu yang tidak mengerti pada hal-hal yang mereka katakan. Anda tentu saja ingin menghindari semua penyimpangan yang mungkin terjadi dalam komunikasi jika anda ingin mengembangkan hubungan yang sepenuhnya dengan orang tersebut.
6.Beri mereka kontak mata yang lama.
kontak mata yang kuat mengkomunikasikan kepada orang lain bahwa anda tidak hanya terpikat oleh mereka dan apa yang mereka katakan tetapi juga menunjukkan bahwa anda dapat dipercaya. Ketika dilakukan dengan tidak berlebihan, mereka juga akan menganggap anda yakin pada diri anda sendiri karena kesediaan anda untuk bertemu mereka secara langsung. Akibatnya, orang secara alami akan lebih memperhatikan anda dan apa yang anda katakan.
7.Ungkapkan diri anda sebanyak mungkin.
Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan seseorang adalah dengan mengungkapkan diri seterbuka mungkin. Bercerita tentang kejadian yang menarik dari hidup anda atau hanya menggambarkan contoh lucu dari kehidupan normal sehari-hari. Ketika anda bercerita tentang diri anda, pastikan untuk tidak menyebutkan hal-hal yang menyimpang terlalu jauh dari minat mereka atau bahkan berlebihan. Anda dapat membiarkan mereka mengetahui lebih jauh tentang diri anda seiring berjalannya waktu.
8.Berikan kesan bahwa anda berdua berada di tim yang sama.
Gunakan kata-kata seperti “kami, kita ” untuk segera membangun sebuah ikatan. Bila anda menggunakan kata-kata tersebut, anda membuatnya tampak seperti anda dan mereka berada di tim yang sama, sementara orang lain berada di tim yang berbeda.
9.Berikan mereka senyuman terbaik anda.
Ketika anda tersenyum pada orang, anda menyampaikan pesan bahwa anda menyukai mereka dan kehadiran mereka membawa anda kebahagiaan. Tersenyum pada mereka akan menyebabkan mereka sadar ingin tersenyum kembali pada anda yang secara langsung akan membangun hubungan antara anda berdua.
10.Menawarkan saran yang bermanfaat.
Kenalkan tempat makan yang pernah anda kunjungi, film yang anda tonton, orang-orang baik yang mereka ingin temui, buku yang anda baca, peluang karir atau apapun yang terpikirkan oleh anda. Jelaskan apa yang menarik dari orang-orang, tempat atau hal-hal tersebut. Jika anda memberi ide yang cukup menarik perhatian mereka, mereka akan mencari anda ketika mereka memerlukan seseorang untuk membantu membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
11.Beri mereka motivasi
Jika orang yang anda hadapi lebih muda atau dalam posisi yang lebih sulit dari anda, mereka mungkin ingin mendengar beberapa kata motivasi dari anda karena anda lebih berpengalaman atau anda tampaknya menjalani kehidupan dengan baik. Jika anda ingin memiliki hubungan yang sehat dengan orang tersebut, anda tentu saja tidak ingin tampak seperti anda memiliki semuanya sementara mereka tidak. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat melampaui masalah dan keterbatasan mereka, sehingga mereka akan berharap menjadikan anda sebagai teman yang enak untuk diajak bicara.
12. Tampil dengan tingkat energi yang sedikit lebih tinggi dibanding orang lain.
Umumnya, orang ingin berada di sekitar orang-orang yang akan mengangkat mereka, bukannya membawa mereka ke bawah. Jika anda secara konsisten memiliki tingkat energi yang lebih rendah daripada orang lain, mereka secara alami akan menjauh dari Anda menuju seseorang yang lebih energik. Untuk mencegah hal ini terjadi, secara konsisten tunjukkan dengan suara dan bahasa tubuh anda bahwa anda memiliki tingkat energi yang sedikit lebih tinggi sehingga mereka akan merasa lebih bersemangat dan positif berada di sekitar Anda. Namun jangan juga anda terlalu berlebihan berenergik sehingga menyebabkan orang-orang tampak seperti tidak berdaya. Energi dan gairah yang tepat akan membangun antusiasme mereka.
13. Sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan telinga mereka.
Nama seseorang adalah salah satu kata yang memiliki emosional yang sangat kuat bagi mereka. Tapi hal itu belum tentu seberapa sering anda katakan nama seseorang, namun lebih pada bagaimana anda mengatakannya. Hal Ini dapat terbantu dengan cara anda berlatih mengatakan nama seseorang untuk satu atau dua menit sampai anda merasakan adanya emosional yang kuat. Ketika anda menyebutkan nama mereka lebih menyentuh dibanding orang lain yang mereka kenal, mereka akan menemukan bahwa anda lah yang paling berkesan.
14. Tawarkan untuk menjalani hubungan selangkah lebih maju.
Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memajukan persahabatan anda dengan seseorang: tawaran untuk makan dengan mereka, berbicara sambil minum kopi, melihat pertandingan olahraga, dll. Meskipun jika orang tersebut tidak menerima tawaran anda, mereka akan tetap tersanjung bahwa anda ingin mereka menjalani persahabatan ke tingkat yang lebih dalam. Di satu sisi, mereka akan memandang anda karena anda memiliki keberanian untuk membangun persahabatan bukan mengharapkan persahabatan yang instan.
PENGUNGKAPAN DIRI YANG EFEKTIF
Tunjukan kesan kepda mereka bahwa anda lebih suka berbicara dengan mereka daripada orang lain di muka bumi ini. Ketika anda memberi mereka kesan bahwa anda sangat antusias berbicara dengan mereka dan bahwa anda peduli kepada mereka, anda membuat perasaan mereka lebih positif dan percaya diri. Mereka akan lebih terbuka kepada anda dan sangat mungkin memiliki percakapan yang mendalam dengan anda.
2.Ajukan pertanyaan tentang minat mereka .
Ajukan pertanyaan terbuka yang akan membuat mereka berbicara tentang minat dan kehidupan mereka. Galilah sedetail mungkin sehingga akan membantu mereka memperoleh perspektif baru tentang diri mereka sendiri dan tujuan hidup mereka.
3.Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka.
Rasakan bagaimana perasaan mereka pada saat ini dengan mengamati bahasa tubuh dan nada suara. Dari sudut pandang ini, anda dapat menyesuaikan kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara anda sehingga mereka akan merespon lebih positif.
4.Tunjukkan rasa persetujuan: Katakan kepada mereka apa yang anda kagumi tentang mereka dan mengapa.
Salah satu cara terbaik untuk segera berhubungan dengan orang adalah dengan menjadi jujur dan memberitahu mereka mengapa anda menyukai atau mengagumi mereka. Jika menyatakan secara langsung dirasakan kurang tepat, cobalah dengan pernyataan tidak langsung. Kedua pendekatan tersebut bisa sama-sama efektif.
5.Dengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakan .
Jangan terlalu berfokus pada apa yang akan Anda katakan selanjutnya selagi mereka berbicara. Sebaliknya, dengarkan setiap kata yang mereka katakan dan responlah serelevan mungkin. Hal ini menunjukkan bahwa anda benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan dan anda sepenuhnya terlibat di dalam suasana bersama dengan mereka. Juga pastikan untuk bertanya setiap kali ada sesuatu yang tidak mengerti pada hal-hal yang mereka katakan. Anda tentu saja ingin menghindari semua penyimpangan yang mungkin terjadi dalam komunikasi jika anda ingin mengembangkan hubungan yang sepenuhnya dengan orang tersebut.
6.Beri mereka kontak mata yang lama.
kontak mata yang kuat mengkomunikasikan kepada orang lain bahwa anda tidak hanya terpikat oleh mereka dan apa yang mereka katakan tetapi juga menunjukkan bahwa anda dapat dipercaya. Ketika dilakukan dengan tidak berlebihan, mereka juga akan menganggap anda yakin pada diri anda sendiri karena kesediaan anda untuk bertemu mereka secara langsung. Akibatnya, orang secara alami akan lebih memperhatikan anda dan apa yang anda katakan.
7.Ungkapkan diri anda sebanyak mungkin.
Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan seseorang adalah dengan mengungkapkan diri seterbuka mungkin. Bercerita tentang kejadian yang menarik dari hidup anda atau hanya menggambarkan contoh lucu dari kehidupan normal sehari-hari. Ketika anda bercerita tentang diri anda, pastikan untuk tidak menyebutkan hal-hal yang menyimpang terlalu jauh dari minat mereka atau bahkan berlebihan. Anda dapat membiarkan mereka mengetahui lebih jauh tentang diri anda seiring berjalannya waktu.
8.Berikan kesan bahwa anda berdua berada di tim yang sama.
Gunakan kata-kata seperti “kami, kita ” untuk segera membangun sebuah ikatan. Bila anda menggunakan kata-kata tersebut, anda membuatnya tampak seperti anda dan mereka berada di tim yang sama, sementara orang lain berada di tim yang berbeda.
9.Berikan mereka senyuman terbaik anda.
Ketika anda tersenyum pada orang, anda menyampaikan pesan bahwa anda menyukai mereka dan kehadiran mereka membawa anda kebahagiaan. Tersenyum pada mereka akan menyebabkan mereka sadar ingin tersenyum kembali pada anda yang secara langsung akan membangun hubungan antara anda berdua.
10.Menawarkan saran yang bermanfaat.
Kenalkan tempat makan yang pernah anda kunjungi, film yang anda tonton, orang-orang baik yang mereka ingin temui, buku yang anda baca, peluang karir atau apapun yang terpikirkan oleh anda. Jelaskan apa yang menarik dari orang-orang, tempat atau hal-hal tersebut. Jika anda memberi ide yang cukup menarik perhatian mereka, mereka akan mencari anda ketika mereka memerlukan seseorang untuk membantu membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
11.Beri mereka motivasi
Jika orang yang anda hadapi lebih muda atau dalam posisi yang lebih sulit dari anda, mereka mungkin ingin mendengar beberapa kata motivasi dari anda karena anda lebih berpengalaman atau anda tampaknya menjalani kehidupan dengan baik. Jika anda ingin memiliki hubungan yang sehat dengan orang tersebut, anda tentu saja tidak ingin tampak seperti anda memiliki semuanya sementara mereka tidak. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat melampaui masalah dan keterbatasan mereka, sehingga mereka akan berharap menjadikan anda sebagai teman yang enak untuk diajak bicara.
12. Tampil dengan tingkat energi yang sedikit lebih tinggi dibanding orang lain.
Umumnya, orang ingin berada di sekitar orang-orang yang akan mengangkat mereka, bukannya membawa mereka ke bawah. Jika anda secara konsisten memiliki tingkat energi yang lebih rendah daripada orang lain, mereka secara alami akan menjauh dari Anda menuju seseorang yang lebih energik. Untuk mencegah hal ini terjadi, secara konsisten tunjukkan dengan suara dan bahasa tubuh anda bahwa anda memiliki tingkat energi yang sedikit lebih tinggi sehingga mereka akan merasa lebih bersemangat dan positif berada di sekitar Anda. Namun jangan juga anda terlalu berlebihan berenergik sehingga menyebabkan orang-orang tampak seperti tidak berdaya. Energi dan gairah yang tepat akan membangun antusiasme mereka.
13. Sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan telinga mereka.
Nama seseorang adalah salah satu kata yang memiliki emosional yang sangat kuat bagi mereka. Tapi hal itu belum tentu seberapa sering anda katakan nama seseorang, namun lebih pada bagaimana anda mengatakannya. Hal Ini dapat terbantu dengan cara anda berlatih mengatakan nama seseorang untuk satu atau dua menit sampai anda merasakan adanya emosional yang kuat. Ketika anda menyebutkan nama mereka lebih menyentuh dibanding orang lain yang mereka kenal, mereka akan menemukan bahwa anda lah yang paling berkesan.
14. Tawarkan untuk menjalani hubungan selangkah lebih maju.
Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memajukan persahabatan anda dengan seseorang: tawaran untuk makan dengan mereka, berbicara sambil minum kopi, melihat pertandingan olahraga, dll. Meskipun jika orang tersebut tidak menerima tawaran anda, mereka akan tetap tersanjung bahwa anda ingin mereka menjalani persahabatan ke tingkat yang lebih dalam. Di satu sisi, mereka akan memandang anda karena anda memiliki keberanian untuk membangun persahabatan bukan mengharapkan persahabatan yang instan.
PENGUNGKAPAN DIRI YANG EFEKTIF
Pengungkapan diri atau "self
disclosure" dapat diartikan sebagai pemberian informasi tentang
diri sendiri kepada orang lain. Informasi yang diberikan tersebut dapat
mencakup berbagai hal seperti pengalaman hidup, perasaan, emosi, pendapat,
cita-cita, dan lain sebagainya. Pengungkapan diri haruslah dilandasi dengan
kejujuran dan keterbukaan dalam memberikan informasi, atau dengan kata lain apa
yang disampaikan kepada orang lain hendaklah bukan merupakan suatu topeng
pribadi atau kebohongan belaka sehingga hanya menampilkan sisi yang baik saja.
Pengungkapan diri
(self-disclosure) adalah proses menghadirkan diri yang diwujudkan dalam
kegiatan membagi perasaan dan informasi dengan orang lain (Wrightsman, 1987).
Menurut
Morton (dalam Sears, dkk., 1989) pengungkapan diri merupakan kegiatan membagi perasaan
dan informasi yang akrab dengan orang lain. Informasi di dalam pengungkapan
diri ini bersifat deskriptif atau evaluatif. Deskniptif artinya individu
melukiskan berbagai fakta mengenai diri sendiri yang mungkin belum diketahui
oleh pendengar seperti, jenis pekerjaan, alamat dan usia. Sedangkan evaluatif
artinya individu mengemukakan pendapat atau perasaan pribadinya seperti tipe
orang yang disukai atau hal-hal yang tidak disukai atau dibenci.
Pengungkapan
diri ini dapat berupa berbagai topik seperti informasi perilaku, sikap,
perasaan, keinginan, motivasi dan ide yang sesuai dan terdapat di dalam diri
orang yang bersangkutan. Kedalaman dan pengungkapan diri seseorang tergantung
pada situasi dan orang yang diajak untuk berinteraksi. Jika orang yang berinteraksi
dengan menyenangkan dan membuat merasa aman serta dapat membangkitkan semangat
maka kemungkinan bagi idividu untuk lebih membuka diri amatlah besar.
Sebaliknya pada beberapa orang tertentu yang dapat saja menutup diri karena
merasa kurang percaya (Devito, 1992).
Dalam
proses pengungkapan diri nampaknya individu-individu yang terlibat memiliki
kecenderungan mengikuti norma resiprok (timbal balik). Bila seseorang
menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi, maka akan cenderung memberikan
reaksi yang sepadan. Pada umumnya mengharapkan orang lain memperlakukan sama
seperti memperlakukan mereka (Reven & Rubin 1983).
“Seseorang
yang mengungkapkan informasi pribadi yang lebih akrab daripada yang kita
lakukan akan membuat kita merasa terancam dan kita akan lebih senang mengakhiri
hubungan semacam ini. Bila sebaliknya kita yang mengungkapkan diri terlalu
akrab dibandingkan orang lain, kita akan merasa bodoh dan tidak aman” (Sears,
dkk., 1988).
Informasi
dalam pengungkapan diri bersifat deskriptif dan evaluatif. Deskriptif artinya
individu melukiskan berbagai fakta mengenai diri sendiri yang mungkin untuk
diketahui oleh orang lain, misalnya seperti pekerjaan, alamat dan usia.
Sedangkan evaluatif artinya individu mengemukakan pendapat atau perasaan
pribadinya lebih mendalam kepada orang lain, misalnya seperti tipe orang yang
disukai, hal-hal yang disukai maupun hal-hal yang tidak disukai. Kedalaman
dalam pengungkapan diri tergantung pada situasi dan orang yang diajak untuk
berinteraksi. Situasi yang menyenangkan dan perasaan aman dapat membangkitkan
seseorang untuk lebih mudah membuka diri. Selain itu adanya rasa percaya dan
timbal balik dari lawan bicara menjadikan seseorang cenderung memberikan reaksi
yang sepadan (Raven dan Rubin dalam Dayakisni, 2001: 48).
Menurut
Russell dkk (dalam journal of counseling psychology, 2005) “Self-disclosure
refers to individual’s the verbal communication of personality relevant
information, thoughts, and feelings in order to let themselves be know to
another”. Artinya adalah bahwa self disclosure merupakan komunikasi verbal yang
dilakukan seseorang mengenai informasi kepribadian yang relevan, pikiran dan
perasaan yang disampaikan, agar orang lain mengetahui tentang dirinya. Devito
(1997: 62) berpendapat bahwa pengungkapan diri ialah membagikan informasi
pribadi meliputi pikiran, perasaan, pendapat pribadi dan juga informasi yang
disembunyikan pada orang lain. Brehm (2002: 137) menyatakan bahwa
”self-disclosure adalah pengungkapan informasi yang bersifat pribadi kepada
orang lain”.
Dapat
disimpulkan bahwa yang dimaksud selfdisclosure adalah kegiatan membagi
informasi tentang pikiran dan perasaan kepada orang lain yang bersifat pribadi,
baik pikiran dan perasaan positif maupun pikiran dan perasaan negatif. Kegiatan
membagi informasi tentang dan perasaan ini disampaikan dengan komunikasi
verbal.
a.
Tingkat-Tingkatan
Pengungkapan Diri
Dalam proses hubungan
interpersonal terdapat tingkatan-tingkatan yang berbeda dalam pengungkapan
diri. Menurut Powell (dalam Supratikna, 1995) Ting-
katan- tingkatan pengungkapan diri dalam komunikasi yaitu :
1. Basa-basi merupakan taraf pengungkapan diri yang paling lemah atau
dangkal, walaupun terdapat keterbukaan diantara individu, terapi tidak terjadi
hubungan antar pribadi. Masing-masing individu berkomuniikasi basa-basi sekedar
kesopanan.
2. Membicarakan orang lain yang diungkapkan dalam komunikasi hanyalah
tentang orang lain atau hal-hal yang diluar dirinya.
3. Menyatakan gagasan atau pendapat sudah mulai dijalin hubungan yang erat.
Individu mulai mengungkapkan dirinya kepada individu lain.
4. Perasaan : setiap individu dapat memiliki gagasan atau pendapat yang
sama tetapi perasaan atau emosi yang menyertai gagasan atau pendapat setiap
individu dapat berbeda-beda.
5. Hubungan puncak : pengungkapan diri telah dilakukan secara mendalam,
individu yang menjalin hubungan antar pribadi dapat menghayati perasaan yang
dialami individu lainnya.
Menurut Euis Winarti
(2007) Pengungkapan diri yang efektif bisa diaplikasikan dalam berbicara yang
efektif. Untuk berbicara menarik dan jelas sehingga mencapai tujuan, perlu
dipahami prinsip-prinsip dan tehnik berbicara yang efektif.
b.
Dasar-Dasar
Berbicara Dengan Efektif
1. Memperoleh kecakapan dasar
Dengan memperhatikan pengalaman orang lain, tujuan berbicara dalam
mengungkapkan diri, mencari kesempatan untuk terus melatih diri.
2. Mengembangkan keyakinan
Dalam pengungkapan diri untuk berbicara di depan umum harus mempunyai
persiapan diri, jangan menghafal tetapi susun terlebih dahulu apa yang akan
disampaikan.
3. Cara yang tepat dan mudah untuk berbicara secara efektif
Membicarakan sesuatu yang pantas untuk dibicarakan dengan keyakinan pada
pokok pembicaraan.
c.
Prinsip-Prinsip
Berbicara Yang Efektif
1. Prinsip motivasi (minat)
Agar pengungkapan diri bisa efektif hendaknya minat para pendengar
dibangkitkan.
2. Prinsip perhatian
Pengungkapan diri akan efektif jika pembicaraan dapat menarik perhatian
para pendengar.
3. Prinsip keindraan
Pengungkapan diri akan efektif jika pembicaraan bisa disajikan
sedemikian rupa, sehingga pendengaran dan penglihatan para hadirin ikur
merespon.
4. Prisip pengertian
Hal-hal yang mudah dimengerti mudah dihafalkan dan ditanamkan pada
seseorang
5. Prinsip ulangan
Hal yang diulang-ulang akan meresap dalam jiwa
6. Prinsip kegunaan
Hal-hal yang disa berguna akan tetap tinggal dalam ingatan seseorang.
d.
Gaya
Berbicara
Gaya berbicara adalah
cara pengungkapan diri kita di depan umum atau cara penampilan diri.
Pengungkapan diri ini termasuk gerak - gerik air muka (mimic) dan gerak-gerik
badan atau anggota. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengungkapan diri di
depan umum adalah :
1. Pakaian
2. Sikap badan dan cara berdiri
3. Pandangan mata
4. Gerak-gerik raut muka (mimic) dan tangan
5. Sikap jiwa
6. Suara
e.
Fungsi
Pengungkapan Diri
Menurut Derlega dan Grzelak (dalam Sears, dkk., 1988)
ada lima fungsi pengungkapan diri, yaitu :
1. Ekspresi (expression)
Dalam
kehidupan ini kadang-kadang manusia mengalami suatu kekecewaan atau kekesalan,
baik itu yang menyangkut pekerjaan ataupun yang lainnya. Untuk membuang semua
kekesalan ini biasanya akan merasa senang bila bercerita pada seorang teman
yang sudah dipercaya. Dengan pengungkapan diri semacam ini manusia mendapat
kesempatan untuk mengekspresikan perasaan kita.
2. Penjernihan diri (self-clarification)
Dengan
saling berbagi rasa serta menceritakan perasaan dan masalah yang sedang
dihadapi kepada orang lain, manusia berharap agar dapat memperoleh penjelasan
dan pemahaman orang lain akan masalah yang dihadapi sehingga pikiran akan
menjadi lebih jernih dan dapat melihat duduk persoalannya dengan lebih baik.
3. Keabsahan sosial (sosial validation)
Setelah
selesai membicarakan masalah yang sedang dihadapi, biasanya pendengar akan
memberikan tanggapan mengenai permasalahan tersebut Sehingga dengan demikian,
akan mendapatkan suatu informasi yang bermanfaat tentang kebenaran akan
pandangan kita. Kita dapat memperoleh dukungan atau sebaliknya.
4. Kendali sosial (social control)
Seseorang
dapat mengemukakan atau menyembunyikan informasi tentang keadaan dirinya yang
dimaksudkan untuk mengadakan kontrol sosial, misalnya orang akan mengatakan
sesuatu yang dapat menimbulkan kesan baik tentang dirinya.
5. Perkembangan hubungan (relationship development).
Saling
berbagi rasa dan informasi tentang diri kita kepada orang lain serta saling
mempercayai merupakan saran yang paling penting dalam usaha merintis suatu
hubungan sehingga akan semakin meningkatkan derajat keakraban.
f.
Manfaat
Pengungkapan Diri
1. Meningkatkan kesadaran diri
(self-awareness). Dalam
proses pemberian informasi kepada orang lain, anda akan lebih jelas dalam
menilai kebutuhan, perasaan, dan hal psikologis dalam diri anda. Selain itu,
orang lain akan membantu anda dalam memahami diri anda sendiri, melalui
berbagai masukan yang diberikan, terutama jika hal itu dilakukan dengan penuh
empati dan jujur.
2. Membangun hubungan yang lebih dekat
dan mendalam, saling membantu dan lebih berarti bagi kedua belah pihak. Keterbukaan merupakan suatu
hubungan timbal balik, semakin anda terbuka pada orang lain maka orang lain
akan berbuat hal yang sama. Dari keterbukaan tersebut maka akan timbul
kepercayaan dari kedua pihak sehingga akhirnya akan terjalin hubungan
persahabatan yang sejati.
3. Mengembangkan ketrampilan
berkomunikasi yang
memungkinkan seseorang untuk menginformasikan suatu hal kepada orang lain
secara jelas dan lengkap tentang bagaimana ia memandang suatu situasi,
bagaimana perasaannya tentang hal tersebut, apa yang terjadi, dan apa yang
diharapkan.
4. Mengurangi rasa malu dan
meningkatkan penerimaan diri (self acceptance). Jika orang lain dapat menerima
anda maka kemungkinan besar anda pun dapat menerima diri anda.
5. Memecahkan berbagai konflik dan
masalah interpersonal.
Jika orang lain mengetahui kebutuhan anda, ketakutan, rasa frustrasi anda, dsb,
maka akan lebih mudah bagi mereka untuk bersimpati atau memberikan bantuan
sehingga sesuai dengan apa yang anda harapkan.
6. Memperoleh energi tambahan dan
menjadi lebih spontan.
Harap diingat bahwa untuk menyimpan suatu rahasia dibutuhkan energi yang besar
dan dalam kondisi demikian seseorang akan lebih cepat marah, tegang, pendiam
dan tidak riang. Dengan berbagi informasi hal-hal tersebut akan hilang atau
berkurang dengan sendirinya.
g.
Pedoman
Dalam Pengungkapan Diri
Menurut Devito (1992) hal-hal yang perlu
dipertimbangkan dalam pengungkapan diri adalah sebagai berikut:
1. Motivasi melakukan pengungkapan diri
Pengungkapan
diri haruslah didorong oleh rasa berkepentingan terhadap hubungan dengan orang
lain dan diri sendiri. Sebab pengungkapan diri tidak hanya bersangkutan dengan
diri kita saja tetapi juga bersangkutan dengan orang lain. Kadang-kadang
keterbukaan yang kita ungkapkan dapat saja melukai perasaan orang lain.
2. Kesesuaian dalam pengungkapan diri.
Dalam
melakukan pengungkapan diri haruslah disesuaikan dengan keadaan lingkungan.
Pengungkapan diri haruslah dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat. Misalnya
bila kita ingin mengungkapkan sesuatu pada orang lain maka kita haruslah bisa
melihat apakah waktu dan tempatnya sudah tepat.
3. Timbal balik dan orang lain.
Selama
melakukan pengungkapan diri, berikan lawan bicara kesempatan untuk melakukan
pengungkapan dirinya sendiri. Jika lawan bicara kita tidak melakukan
pengungkapan diri juga, maka ada kemungkinan bahwa orang, tersebut tidak
menyukai keterbukaan yang kita lakukan.
h.
Keuntungan
Pengungkapan Diri
1. Pengetahuan diri
Salah
satu manfaat pengungkapan-diri adalah kita mendapatkan perspektif baru tentang
diri sendiri dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku kita sendiri.
2. Kemampuan mengatasi kesulitan
Argumen
lain yang berkaitan erat adalah bahwa kita akan lebih mampu menanggulangi
masalah atau kesulitan kita, khususnya perasaan bersalah, melalui
pengungkapan-diri.
3. Efektivitas hubungan & komunikasi
Pengungkapan-diri
memperbaiki komunikasi. Kita memahami pesan-pesan dari orang lain sebagian
besar sejauh kita memahami orang lain secara individual. Kita dapat lebih
memahami apa yang dikatakan seseorang jika kita mengenal baik orang tersebut.
4. Kedalaman hubungan
Barangkali
alasan utama pentingnya pengungkapan-diri adalah bahwa ini perlu untuk membina
hubungan yang bermakna diantara dua orang. Tanpa pengungkapan-diri, hubungan
yang bermakna dan mendalam tidak mungkin terjadi. Dengan pengungkapan-diri,
kita memberi tahu orang lain bahwa kita mempercayai mereka, menghargai mereka,
dan cukup peduli akan mereka dan akan hubungan kita untuk mengungkapkan diri
kita kepada mereka.
i.
Kerugian
Pengungkapan Diri
1. Penolakan pribadi & social
Bila
kita melakukan pengungkapan-diri biasanya kita melakukannya kepada orang yang
kita percaya. Kita melakukan pengungkapan-diri kepada seseorang yang kita
anggap akan bersikap mendukung pengungkapan-diri kita. Tentu saja, orang ini
mungkin ternyata menolak kita.
2. Kerugian materi
Adakalanya
pengungkapan-diri mengakibatkan kerugian material. Politisi uang mengungkapkan
bahwa ia pernah dirawat psikiater mungkin akan kehilangan dukungan partai
politiknya sendiri dan rakyat akan enggan memberikan suara baginya.
3. Kesulitan Intrapribadi
Bila
reaksi orang lain tidak seperti yang diduga, kesulitan intrapribadi dapat
terjadi. Bila Anda ditolak dan bukan didukung, bila orangtua Anda malah
mencemooh dan bukan membelai Anda, dan bila kawan-kawan Anda menghindar dari
Anda dan bukan mendekati Anda seperti sebelumnya, Anda berada dalam jalur
menuju kesulitan intrapribadi.




0 komentar:
Posting Komentar